First FanFiction Part 1

Setelah mempertimbangkan berbagai macam hal akhirnya dengan segenap semangat yang menggebu aku  memberanikan diri untuk memposting fan fiction ini. Sampai detik ini masih bingung mau cast utamanya siapa. Ya, berhubung terlalu banyak yang aku fans, hehe,,


Here it is, my first FF part 1


UNTITLED


Langit siang itu cukup terik. Panas menerpa kota Jakarta seperti biasanya, panas, sumpek dan penuh debu. Sangat menyiksa ketika harus keluar rumah dengan menyambut panas seterik itu, apalagi saat matahari tepat berada di atas ubun-ubun. Sasha pun tak ingin meninggalkan kamar sejuknya. Dinding dengan warna hijau muda semakin membuat suasana semakin dingin. Jika ia tak harus pergi ke bandara.

Yah, tidak ada daya menolak permintaan atau lebih tepatnya disebut perintah mama Sasha. Mama Sasha bersikeras untuk membuat waktu istirahat Sasha terpotong. Sasha harus keluar ke bandara menjemput anak teman Papa yang datang ke Indonesia. Tidak jelas lah dan Sasha tidak mau mikirin. Yang ada di benak cewek 18 tahun itu adalah secepatnya kembali menikmati dinginnya kamar hijaunya dengan berbagai lukisan dan foto-foto yang menghiasi dinding kamar itu.

Sampai di bandara Sasha dibekali tulisan bertuliskan nama orang yang dijemput. Tulisan dalam bahasa Korea, ia sendiri tidak bisa membacanya. Ia ingin secepatnya orang yang namanya tertera di kertas yang ia bawa segera datang menemui dia dan pulang. Mission complete. Pikirnya. Padahal mama Sasha punya rencana yang berbeda.
Pukul 13.00 WIB. Seharusnya pesawat si cowok korea iu sudah landing. Paling 10 menit lagi ia akan bertemu. Benar, 10 menit kemudian seorang cowok Korea menyapa Sasha.

“Sasha? “

Sasha hanya tersenyum yang dipaksakan. Sasha agak aneh ngeliat penampilan cowok itu. Memakai kacamata hitam, jaket kulit tebal, syal, pokoknya bener-bener berasa Jakarta musim dingin sedingin-dinginnya. Padahal Sasha merasa sangat kepanasan.

“Eh, yes. Are you…” Sasha bingung, karena ia benar-benar tidak tahu bagaimana membaca tulisan seperti lingkaran dan garis itu. Dan alhasil ia hanya menunjuk nama di kertas itu dan tersenyum, nyengir lebih tepatnya.

“Yupz, “ Ia tersenyum. Akhirnya tugas selesai, pikir Sasha. Mereka segera menuju rumah Sasha. Di perjalanan cowok out diam, mungkin karena ia bingung bicara apa dan Sasha juga sudah asyik dengan membayangkan kenyamanan kamar yang tertunda.

Sesekali Sasha melirik ke arah cowok itu. Ia perlahan-lahan melepaskan semua stribut musim dinginnya dan tinggal memakai kaos putih dan celana jeans.

Mulai panas ya mas, haha.. Sasha senyum-senyum sendiri.

“Welcome to Jakarta!!” Cowok itu hanya tersenyum dan mengatakan,

“Thanks sweety, “ ia tersenyum. Mendengar itu senyum Sasha langsung hilang, Sasha diam. Hingga sampai di rumah.

To be continue...

CONVERSATION

1 comments: