Andai...


aku juga ga taw ma apa yang aku tulis,tau kenapa, tapi tiba2 kebayang aja cerita gini. kosakatanya emang ancur, harap maklum ya, belajar,, hehehe,,,,


ANDAI....

Di sana, tepat di bawah rindangnya pohon randu, teronggok susunan kayu jati yang telah dipotong sedemikian rupa, diukir dengan penuh hati dan diperhalus, dan terbentuklah sebuah kursi kayu yang halus dan cantik. Daun-daun pohon randu pun yang telah cukup lama bergelayutan menahan beban di ranting. Angin pun meniupkan godaan dan terlepas lah tangan mungil daun, melayanglah ia. Melihat cantiknya kursi ukur itu, mampirlah sejenak untuk menikmati hamparan taman hijau yang ada di hadapannya. Namun, sang angin tak hentinya menggelitik si daun, daun randu itu tak mampu lagi menahan godaan sang angin. Dan daun pun terbang perlahan mendekati bumi, memandang kursi kayu yang telah sejenak memanjakannya dengan keindahan taman dan segarnya udara.
Di atas kursi indah nan halus itu, duduk seorang gadis remaja berusia 17 tahun. Rambut hitam sebahu, berponi, kulit kuning langsat. Sunguh cantik gadis itu. Angin nakal pun tak ingin kecantikan gadis itu tertangkap oleh makhluk lain. Sang bayu coba mengelitik sang gadis, namun gelitik angin hanya mampu menyibak rambut hitamnya, dan justru membuatnya semakin mempesona.
Meski bayu tak mampu menutup kecantikan itu, angin tetap tersenyum penuh kemenangan. Semua itu karena tak ada senyum yang tersungging dari bibir manis itu. Hanya air mata yang semakin membuncah di pelupuk mata si gadis, dan.... air mata itu pun mengalir lembut menelusuri pipi halus itu dan jatuh ke peraduan menyusul daun randu yang hanya mampu memandang air mata itu dengan tatap memelas.
Gadis tengah dirundung kesedihan. Dia kehilangan benda kesayangannya, sebuah kalung indah pemberian Bunda. Benda itu dicuri oleh orang lain dan gadis itu tak mampu tuk merebutnya kembali. Ketika dia meratapi kesedihan kehilangan, dia disodori 2 buah kalung yang indah sebagai pengganti, kalung berwarna merah muda dan biru. Sang gadis tak boleh mengambil keduanya, dia harus memilih. Dan tangan halus itu pun bergerak mengambil kalung merah muda, dan dipakainya. Dia sangat menyukai kalung itu, disanjungnya tiap waktu seolah kalung terindah, namun baru 2 minggu dipakai, kalung itu terkelupas. Dia langsung mengembalikan kalung itu dan mengambil kalung berwarna biru dan memakainya. Dia selalu membeberkan betapa buruk kalung merah muda itu, karena memang tak mampu lagi tuk pancarkan cahaya yang cemerlang.
Sampai saat ini pun gadis itu tetap memakai kalung biru dan selalu memuliakan si biru. Padahal si merah muda hanya cacat di lapisan pertama, andai gadis itu lebih jeli dan sabar, si merah muda akan bermetamorfosa, terkelupas lagi dan menjadi kalung terindah dari semua kalung yang telah atau pun yang akan ditemuinya.
Ketika gadis ceroboh itu tengah asyik memanjakan, menyanjung dan memuliakan si biru, si merah muda pun telah menempel di leher seorang gadis yang sangat cantik dan lebih mempesona dari gadis tak jeli tadi. Gadis itu adalah seseorang yang menawarkan kedua kalung itu pada si ceroboh.

CONVERSATION

2 comments:

  1. pintar sekali kau bermain kata - kata

    wah......

    kayaknya ada makna tersembunyi

    semangat kawand, tetep semangat
    hidup semangat
    hidup

    BalasHapus
  2. emang ada maknanya,,, coba tebak!!!

    BalasHapus