
hanya sebuah tulisan biasa yang muncul begitu saja dan tak ada editan di dalamnya,,
MAWAR ITU.....
Sekuntum bunga berwarna merah muda. Sudah tak begitu indah karena goresan pisau sang empunya. Tergeletak di atas meja bundar di tengah ruang tamu. Tanpa terencana, Sang empunya pun kadang membeberkan betapa indah dan cantiknya bunga itu. Sang mawar pun merasa bahagia karena keberadaannya diakui. Sang empunya pun merawat dengan baik, selalu diberinya air agar tetap hidup dan segar. Dan semua itu sangatlah cukup bagi sang mawar, walau kadang air penyegar itu terlambat diberikan oleh empunya.
Suatu ketika, seorang pencinta mawar pun menghampiri ketika sang mawar telah hampir layu karena keterlambatan penyejuk. Pencinta mawar itu memberikan percikan penyejuk. Namun air yang diberikan itu ternyata menyegarkan hanya pada tampilannya, aslinya pun tak tahu. Entah menyejukkan atau bahkan akan meracuni sang mawar? Dan air itu pun diberikan kepada bunga lain. Dia tak tahu bahwa itu sangat menyakitkan bagi para bunga. Sang mawar pun memilih air dari empunya, walau pun kadang keterlambatan itu menyiksa, namun dalam sakit penantian itu ada nilai-nilai yang akan bermakna bagi sang mawar. Dan itulah yang akan membuat sang mawar semakin indah.
Silahkan dibaca
About Me
Pengikut
Search This Blog
Pinterest Gallery
Instagram Shots
Tweet Tweet
Like us
About Me
Blog si Penyuka dan Pengagum Tawon (Bahasa Indonesia: Lebah, Bahasa Inggris: Bee).
Kesukaan lainnya:
Buku terutama fiksi, rajut, tapi semuanya masih dalam tahap belajar, ;)
Keep moving forward, Bee!
hmm
BalasHapuskawand, katamu kalo tulisan tanpa editan n spontan itu mencerminkan perasaan yang sesungguhnya.
tapi kalo boleh, aku ibaratkan mawar itu adalah kita, perempuan yang kuakui sebagai makhluk lemah. Lemah sekali..
maka hanya percaya yang bisa kita andalkan, mengikis kekecewaan yang sempat mampir.
Tuhan Maha Tahu
apa saja yang mawar butuhkan
tulisanmu indah....,
reflection" jangan pernah terlambat untuk selalu mengungkapkan cinta"
[ ]