Yang di"Satu"kan

telah biasa
ketika sebuah hati diuntukkan kepada yang terkasih
telah biasa
ketika daun bergelayut di satu ranting
telah biasa
ketika mata ini tertuju pada satu titik
telah biasa
ketika semua menjadi yang terindah

biasa
ketika jari manis terluka karena kehadiran cincin di jari tengah
biasa
ketika tersisih karena yang lebih hijau
biasa
ketika hujan yang meruntuhkan asa matahari tuk bersinar
biasa
ketika diduakan

tidak biasa
ketika jari manis menjadi yang tersisih
tidak biasa
ketika langit menyimpan matahari untuk cahaya yang sebenarnya
tidak biasa
ketika belenggu hati tetap terjaga meski darah menetes
tidak biasa
ketika yang pertama menjadi yang kedua
tidak biasa
ketika yang kedua menjadiyang di"satu"kan
tidak biasa
ketika semua membuka mata

CONVERSATION

0 comments:

Posting Komentar